Jumat, 29 Mei 2015

Penjadwalan Proses Sistem Operasi

Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O. Penjadwalan proses merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer.

  • Waktu Tanggap (response time)
  1. Sistem Interaktif
Waktu tanggap dalam sistem interaktif didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan atau transaksi sampai hasil pertama muncul di layar (terminal). Waktu tanggap ini disebut terminal response time.
  1. Sistem Realtime
Pada sistem waktu nyata (real-time), waktu tanggap di definisikan sebagai waktu dari saat kejadian (internal atau eksternal) sampai instruksi pertama rutin layanan yang dimaksud dieksekusi , disebut event respons time. Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan waktu tanggap.
  1. Turn Around Time
waktu yang dihabiskan dari ssat program atau job mulai masuk ke sistem sampai proses diselesaikan sistem.
  1. Throughput
Throughput adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu.
Terdapat 3 jenis penjadwalan pada sistem operasi:
  1. Penjadwalan jangka panjang ( Long-term scheduler )
Penjadwalan jangka panjang merupakan keputusan untuk menambahkan program yang akan dieksekusi ke pool. Penjadwalan jangka panjang menentukan program yang mana diakui sebagai sistem untuk diproses. Jadi, penjadwalan jangka panjang mengontrol derajat multiprogramming (jumlah proses yang berada di dalam memori). Sekali diakui, sebuah tugas atau program pengguna menjadi proses dan ditambahkan ke antrian untuk penjadwalan-pendek. Dalam beberapa sistem, proses diciptakan baru saja dimulai pada kondisi swapped-out, dakan kasus dimana proses ditambahkan ke antrian untuk penjadwalan jangka-menengah.

  1. Penjadwalan Jangka Menengah ( Medium-term scheduller )
Penjadwalan jangka-menengah merupakan suatu keputusan untuk menambah banyaknya proses-proses itu secara parsial atau secar penuh didalam memori utama. Penjadwalan jangka-menengah menjadi bagian dari pertukaran fungsi. Umumnya, keputusan swapping-in didasarkan pada kebutuhan untuk mengatur derajat multiprogramming. Pada sisetm yang tidak menggunakan memori sebetulnya, manajemen memori adalah juga merupakan suatu masalah. Jadi keputusan swapping-in akan memperlihatkan persyaratan memori dari proses swapped-out.

  1. Penjadwalan Jangka Pendek ( Short-term scheduller )
Penjadwalan Jangka-Pendek merupakan keputusan sebagai proses tersedia yang mana yang akan dieksekusi oleh prosesor. Penjadwalan tingkat tinggi mengeksekusi relatif jarang dan membuat keputusan secar garis besar saja tnentang diambilnya atau tidaknya suatu proses baru, dan mana yang akan diambil. Penjadwalan jangka-pendek yang juga mengenal sebagai dispatcher sering kali mengeksekusi dan membuat keputusan yang lebih detail tentang tugas yang akan dieksekusi berikutnya.

  • Strategi PenjadwalanTerdapat 2 strategi penjadwalan, yaitu :
  1. Penjadwalan nonpreemptive (run-to-completion).
Begitu proses diberi jatah layanan pemroses aka pemroses tidak dapat diambil alih oleh proses lain sampai proses itu selesai. Non-preemptive juga disebut run-to-completion karena proses yang telah dijadwalkan akan dijalankan sampai selesainya atau proses tersebut meminta layanan masukan/keluaran.

  1. Penjadwalan preemptive.
Saat proses diberi jatah layanan pemroses maka pemroses dapat diambil alih proses lain yang mempunyai prioritas lebih tinggi berdasarkan kriteria sistem itu. Pada penjadwalan preemptive, proses dapat disela oleh proses lain sebelumnya selesainya dan harus dilanjutkan menunggu jatah waktu layanan pemroses tiba kembali pada proses itu. Proses yang disela berubah menjadi state Ready.

  • Algoritma – algoritma penjadwalan
  1. Algoritma – algoritma yang menerapkan strategi nonpreemptive :
  • FIFO (First-in, First-out).
  • SJF (Shortest Job First).
  • HRN (Highest Ratio Next).
  • MFQ (Multiple Feedback Queues).
  1. Algortima – algoritma yang menerapkan strategi preemptive :
  • RR (Round-Robin).
  • SRF (Shortest-Remaining-First).
  • PS (Priority Schedulling ).
  • GS (Guaranteed Schedulling ).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar