Jumat, 29 Mei 2015

Penjadwalan Proses Sistem Operasi

Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O. Penjadwalan proses merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer.

  • Waktu Tanggap (response time)
  1. Sistem Interaktif
Waktu tanggap dalam sistem interaktif didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan atau transaksi sampai hasil pertama muncul di layar (terminal). Waktu tanggap ini disebut terminal response time.
  1. Sistem Realtime
Pada sistem waktu nyata (real-time), waktu tanggap di definisikan sebagai waktu dari saat kejadian (internal atau eksternal) sampai instruksi pertama rutin layanan yang dimaksud dieksekusi , disebut event respons time. Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan waktu tanggap.
  1. Turn Around Time
waktu yang dihabiskan dari ssat program atau job mulai masuk ke sistem sampai proses diselesaikan sistem.
  1. Throughput
Throughput adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu.
Terdapat 3 jenis penjadwalan pada sistem operasi:
  1. Penjadwalan jangka panjang ( Long-term scheduler )
Penjadwalan jangka panjang merupakan keputusan untuk menambahkan program yang akan dieksekusi ke pool. Penjadwalan jangka panjang menentukan program yang mana diakui sebagai sistem untuk diproses. Jadi, penjadwalan jangka panjang mengontrol derajat multiprogramming (jumlah proses yang berada di dalam memori). Sekali diakui, sebuah tugas atau program pengguna menjadi proses dan ditambahkan ke antrian untuk penjadwalan-pendek. Dalam beberapa sistem, proses diciptakan baru saja dimulai pada kondisi swapped-out, dakan kasus dimana proses ditambahkan ke antrian untuk penjadwalan jangka-menengah.

  1. Penjadwalan Jangka Menengah ( Medium-term scheduller )
Penjadwalan jangka-menengah merupakan suatu keputusan untuk menambah banyaknya proses-proses itu secara parsial atau secar penuh didalam memori utama. Penjadwalan jangka-menengah menjadi bagian dari pertukaran fungsi. Umumnya, keputusan swapping-in didasarkan pada kebutuhan untuk mengatur derajat multiprogramming. Pada sisetm yang tidak menggunakan memori sebetulnya, manajemen memori adalah juga merupakan suatu masalah. Jadi keputusan swapping-in akan memperlihatkan persyaratan memori dari proses swapped-out.

  1. Penjadwalan Jangka Pendek ( Short-term scheduller )
Penjadwalan Jangka-Pendek merupakan keputusan sebagai proses tersedia yang mana yang akan dieksekusi oleh prosesor. Penjadwalan tingkat tinggi mengeksekusi relatif jarang dan membuat keputusan secar garis besar saja tnentang diambilnya atau tidaknya suatu proses baru, dan mana yang akan diambil. Penjadwalan jangka-pendek yang juga mengenal sebagai dispatcher sering kali mengeksekusi dan membuat keputusan yang lebih detail tentang tugas yang akan dieksekusi berikutnya.

  • Strategi PenjadwalanTerdapat 2 strategi penjadwalan, yaitu :
  1. Penjadwalan nonpreemptive (run-to-completion).
Begitu proses diberi jatah layanan pemroses aka pemroses tidak dapat diambil alih oleh proses lain sampai proses itu selesai. Non-preemptive juga disebut run-to-completion karena proses yang telah dijadwalkan akan dijalankan sampai selesainya atau proses tersebut meminta layanan masukan/keluaran.

  1. Penjadwalan preemptive.
Saat proses diberi jatah layanan pemroses maka pemroses dapat diambil alih proses lain yang mempunyai prioritas lebih tinggi berdasarkan kriteria sistem itu. Pada penjadwalan preemptive, proses dapat disela oleh proses lain sebelumnya selesainya dan harus dilanjutkan menunggu jatah waktu layanan pemroses tiba kembali pada proses itu. Proses yang disela berubah menjadi state Ready.

  • Algoritma – algoritma penjadwalan
  1. Algoritma – algoritma yang menerapkan strategi nonpreemptive :
  • FIFO (First-in, First-out).
  • SJF (Shortest Job First).
  • HRN (Highest Ratio Next).
  • MFQ (Multiple Feedback Queues).
  1. Algortima – algoritma yang menerapkan strategi preemptive :
  • RR (Round-Robin).
  • SRF (Shortest-Remaining-First).
  • PS (Priority Schedulling ).
  • GS (Guaranteed Schedulling ).


Kamis, 28 Mei 2015

Pengertian dan Tujuan Sistem Operasi

 A. Pengertian Sistem Operasi
 
Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol eksekusi program aplikasi dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari perangkat lunak dalam sistem komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program aplikasi booting.

Sistem Operasi juga bertindak sebagai antar-muka antara pengguna dengan perangkat keras komputer. Sistem Operasi mengandung sejumlah program, dan beberapa program tergolong sebagai utilitas. Kumpulan program ini menyediakan layanan kontrol terhadap sumber daya komputer.Secara khusus, sistem operasi menangani kontrol dan penggunaan sumber daya perangkat keras, seperi disc-room, memory, processor, dan perangkat tambahan lain, seperti mouse, printer, dan lain-lain.

 
 
B. Tujuan dan Fungsi Sistem Operasi

Sistem operasi diharapkan mempunyai dua tujuan yaitu:
  • Kenyamanan : suatu sistem operasi membuat komputer lebih mudah untuk digunakan.
  • Efesien : suatu sistem operasi memungkinkan sumber daya sistem komputer dapat digunakan dengan cara yang efesien.
System operasi memiliki tiga fungsi utama yaitu manajemen proses, manajemen sumber daya dan manajemen data.
  1. Manajemen proses mencakup penyiapan, penjadwalan dan pemantauan proses pada computer. Proses adalah program yang sedang dijalankan.
  2. Manajemen sumber daya berkaitan dengan pengendalian terhadap pemakaian sumber daya dalam system computer yang dilakukan oleh perangkat lunak system maupun pereangkat lunak aplikasi yang sedang dijalankan oleh computer. Yang dimaksudkan sumber daya disini adalah komponen perangkat keras dalam computer seperti CPU, memori utama dan peranti masukan/keluaran.
  3. Manajemen data berupa pengendalian terhadap data masukan/keluaran, termasuk dalam hal pengalokasian dalam peranti penyimpan sekunder maupun memori utama.



Senin, 25 Mei 2015

Studi Kasus Subnetting Kelas C

Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

– Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
– Penghitungan: Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid.

Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
– Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
– Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
– Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
– Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

KELASC

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.


class

Pengertian TCP/IP

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data di dalam suatu jaringan pada umumnya, dan Internet pada khususnya. Protokol ini menjadi sangat penting, karena TCP/IP merupakan protokol yang telah diterapkan pada hampir semua perangkat keras dan sistem operasi.

Tidak ada rangkaian protokol lain yang tersedia pada semua sistem berikut ini :
• Novel Netware.
• Mainframe IBM.
• Sistem digital VMS.
• Server Microsoft Windows NT
• Workstation UNIX, LinuX, FreeBSD
• Personal komputer DOS.

A. Sejarah singkat TCP/IP.

Konsep TCP/IP berawal dari kebutuhan DoD (Departement of Defense) AS akan suatu komunikasi di antara berbagai variasi komputer yang telah ada. Komputer-komputer DoD ini seringkali harus berhubungan antara satu organisasi peneliti dengan organisasi peneliti lainnya, dan harus tetap berhubungan sehingga pertahanan negara tetap berjalan selama terjadi bencana, seperti ledakan nuklir. Oleh karenanya pada tahun 1969 dimulailah penelitian terhadap serangkaian protokol TCP/IP.

Di antara tujuan-tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
• Terciptanya protokol-protokol umum, DoD memerlukan suatu protokol yang dapat ditentukan untuk semua jaringan.
• Meningkatkan efisiensi komunikasi data.
• Dapat dipadukan dengan teknologi WAN (Wide Area Network) yang telah ada.
• Mudah dikonfigurasikan.

B. Layanan-Layanan dari TCP/IP

Berikut ini adalah layanan “tradisional” yang dilakukan TCP/IP :
a) Pengiriman file (file transfer).
b) Remote login.
c) Computer mail.
d) Network File System (NFS).
e) Remote execution.
f) Name servers.
C. Prinsip Kerja TCP dan IP.

TCP/IP hanyalah merupakan suatu lapisan protokol (penghubung) antara satu komputer dengan yang lainnya dalam network, meskipun ke dua komputer tersebut memiliki OS yang berbeda. Antara TCP dan IP ada pembagian tugas masing-masing. TCP merupakan connection-oriented. IP bertanggung jawab setelah hubungan berlangsung. ICPM adalah kependekan dari Internet Control Message Protocol yang bertugas memberikan pesan dalam IP.

Berikut adalah beberapa pesan potensial sering timbul.
– Destination unreachable
– Time exceded
– Parameter problem
– Source quench
– Redirect
– Echo request dan echo reply message.

Baca juga tentang arsitektur TCP/IP dipos berikutnya,,

Arsitektur TCP/IP

Dikarenakan TCP/IP adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol melakukan sebagian dari keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka tentulah implementasinya tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri. Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP mendefinisikan berbagai cara agar TCP/IP dapat saling menyesuaikan.

Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol OSI* (Open System Inter-connections), berarti bahwa TCP/IP menuju kepada 7 lapisan OSI tersebut. Berikut adalah model referensi OSI 7 lapisan, yang mana setiap lapisan menyediakan tipe khusus pelayanan jaringan :
 
isolayeriso

Disini kita tidak akan membahas model OSI secara mendalam secara keseluruhannya, karena protokol TCP/IP tidak mengikuti benar model referensi OSI tersebut. Walaupun demikian, TCP/IP model akan terlihat seperti ini :

|Application layer | |
|Presentation layer | Application layer |
|Session layer | |
|====================== |=============================|
|Transport layer | Transport layer/ |
| | Host to host |
|=======================|=============================|
|Network layer | Network layer/ |
| | Internet layer |
|====================== |=============================|
|Data Link layer | Network access |
|Physical layer | |

Keterangan keempat lapisan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Network Access
2. Internet layer/ network layer
3. Transport layer /host to host
4. Application layer.

IP Versi 4

Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah
256 x 256 x 256 x 256 = 4.294.967.296 host.

Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:

Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan)
yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host)
yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP di dalam jaringan.

Kelas-kelas alamat

Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.

tcp.

Pengantar Arsitektur dan Organisasi Komputer

Memasuki era globalisasi teknologi terus berkembang salah satunya adalah teknologi komputer. Komputer merupakan hal paling penting dalam kehidupan manusia saat ini.Fungsi komputer berdasarkan perkembangan teknologi di dunia ini sudah lagi tidak digunakan sebagai alat hitung saja, melainkan computer di fungsikan sebagai media informasi dan lain sebagainya. Komputer memiliki peranan penting dalam penyampaian informasi. Namun komputer sendiri tidak akan bisa berfungsi sesuai fungsinya melainkan bila komputer tersebut tidak terorganisasi dan memiliki arsitektur yang memadai. Hampir semua orang tahu apa itu komputer namun tidak banyak yang tahu apa yang dimaksud dengan arsitektur dan organisasi komputer.

Berbicara masalah organisasi dan aristektur pada suatu komputer ini akan melibatkan pada suatu komponen-komponen computer baik itu secara hardware maupun software. Arsitektur Komputer membahas hal-hal yang berkaitan dengan atribut-atribut yang terlihat atau yang dipertimbangkan oleh pemogram dan yang memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program.

Organisasi Komputer membahas bagaimana semua fungsi-fungsi computer tersebut dapat diimplementasikan. Jadi, organisasi computer membahas hal-hal yang berkaitan dengan unit-unit operasional dan interkoneksinya yang mereliasasikan spesifikasi arsitektural.

A.  PENGERTIAN KOMPUTER

Komputer berasal dari bahasa Latin yaitu computare yang artinya menghitung. Dalam Basaha Inggris disebut“to compute”. Komputer  merupakan sebuah mesing hitung elektronik yang secara cepat menerima informasi masukan digital dan mengolah informasi tersebut menurut seperangkat instruksi yang tersimpan dalam komputer tersebut dan menghasilkan keluaran informasi yang dihasilkan setelah diolah.

Agar dapat digunakan untuk memproses data diperlukan dua perangkat yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, yaitu :
1. Perangkat keras komputer (hardware); dan
2. Perangkat lunak komputer (software).
Hardware (perangkat keras) komputer, tidak akan dapat digunakan tanpa kita beri perintah dengan suatu kode atau bahasa pemrograman tertentu, atau yang sering disebut sebagai Software Komputer (perangkat lunak).

B. ARSITEKTUR KOMPUTER

Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori chache cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann ,CISC, RISC, Blu gene, dll.

Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori:
– Set intruksi (ISA)
– Arsitektur mikro dari ISA
– Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.

C. ORGANISASI KOMPUTER

Organisasi Komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit-unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, sistem memori, dan sinyal-sinyal kontrol.
Objek Organisasi Komputer :
– Unit-unit operasional komputer
– Hubungan antara komponen sistem komputer
Contoh: teknologi hardware, perangkat antarmuka,teknologi memori, sistem memori, dan sinyal–sinyal.

D. STRUKTUR DAN FUNGSI

Adapun fungsi dari masing-masing komponen dalam struktur tersebut adalah sebagai berikut :

1. Input Device

Input device adalah peralatan yang kita gunakan untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. Input deviceadalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar sistem, dan dapat berupa signal input atau maintenance input. signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam system komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan.Dengan demikian, alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk memasukkan program.

Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai alat input juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang demikian disebut sebagai terminal. Terminal dapat dihubungkan kesistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau lewat alat komunikasi. Terminal dapat digolongkan menjadi non intelligent terminal, smart terminal, dan intelligent terminal. Non intelligent terminal hanya berfungsi sebagai alat memasukkan input dan penampil output, dan tidak bisa diprogram karena tidak mempunyai alat pemroses. Peralatan seperti ini juga disebut sebagai dumb terminal. Smart terminal mempunyai alat pemroses dan memori di dalamnya sehingga input yang terlanjur dimasukkan dapat dikoreksi kembali.

Walaupun demikian, terminal jenis ini tidak dapat diprogram oleh pemakai, kecuali oleh pabrik pembuatnya. Sedangkan intelligent terminal dapat diprogram oleh pemakai. Peralatan yang hanya berfungsi sebagai alat input dapat digolongkan menjadi alat input langsung dan tidak langsung. Alat input langsung yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses,Sedangkan alat input tidak langsung melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses. Alat input langsung dapat berupa papan ketik (keyboard), pointing device (misalnya mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet), scanner (misalnya magnetic ink character recognition, optical data reader atau optical character recognition reader), sensor (misalnya digitizing camera), voice recognizer (misalnya microphone). Sedangkan alat input tidak langsung misalnya keypunch yang dilakukan melalui media punched card (kartu plong), key-to-tape yang merekam data ke media berbentuk pita (tape) sebelum diproses oleh alat pemroses, dan key-to-disk yang merekam data ke media magnetic disk (misalnya disket atau harddisk) sebelum diproses lebih lanjut.

Contoh :
• Keyboard : Merupakan alat input standart yang diperlukan dalam setiap PC. Komponen ini tidak mengalami perkembangan yang pesat. Hanya dalam konektor dalam PC nya saja yang mengalami perkembangan. Dimulai dengan keyboard XT, keyboard PS2, keyboard USB dan yang baru berkembang sekarang ini adalah keyboard wireless.
• Mouse : mouse merupakan komponen input yang sanagt diperlukan jika menggunakan sistem operasi grafis. Mouse lebih banyak eprkembangannya dari pada keyboard. Muali dari mouse serial, mouse PS/2, mouse scroll, dan saat mouse optik.
• Scanner : sebuah alat yang dapat berfungsi untuk meng copy atau menyalin gambar atau teks yang kemudian disimpan ke dalam memori komputer. Dari memori komputer selanjutnya, disimpan dalam harddisk ataupun floppy disk.

2. Output Device

Output device adalah peralatan yang kita gunakan untuk melihat hasil pengolahan data atau perintah yang dilakukan oleh komputer. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara. Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image (dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer.

Peralatan output dapat berupa:
a. Hard-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk mencetak tulisan dan image pada media keras seperti kertas atau film.
Contoh : printer , plotter.
b. Soft-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan dan image pada media lunak yang berupa sinyal elektronik.
Contoh : monitor,speaker.
c. Drive device atau driver, yaitu alat yang digunakan untuk merekam simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin pada media seperti magnetic disk atau magnetic tape. Alat ini berfungsi ganda, sebagai alat output dan juga sebagai alat input. Sekarang media penyimpan yang berkembang adalah disk rive, hard disk, CD-ROM/CD-RW.

3. I/O Ports
 
Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data keluar sistem. I/O Port juga biasa disebut dengan bagian interface (antar muka) karena peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini.

4. CPU (Central Processing Unit)

CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer.
CPU merupakan tempat pemroses instruksi-instruksi program, yang ada komputer mikro disebut dengan micro-processor (pemroses mikro). Pemroses ini berupa chip yang terdiri dari ribuan hingga jutaan IC. Dalam dunia dagang, pemroses ini diberi nama sesuai dengan keinginan pembuatnya dan umumnya ditambah dengan nomor seri, misalnya dikenal pemroses Intel 80486 DX2-400 (buatan Intel dengan seri 80486 DX2-400 yang dikenal dengan komputer 486 DX2), Intel Pentium 100 (dikenal dengan komputer Pentium I), Intel Pentium II-350, Intel Pentium III-450, Intel Celeron 333, AMD K-II, dan sebagainya. Masing-masing produk ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

5.   Memori 

Bagian ini terdiri dari internal memory yaitu berupa RAM (Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory) serta eksternal memory yaitu berbagai macam disk seperti hard disk, floppy disk dan optical disc.

6. Data Bus

Adalah jalur-jalur perpindahan data antar modul dalam sistem komputer. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat membawah 1 bit data, maka jumlah saluran menetukan jumlah bit yang dapat ditransfer pada suatu saat. Lebar data bus ini menetukan kinerja sistem secara keseluruhan. Sifatnya bldirectional, artinya CPU dapat membaca dan menerima data melalui data bus ini. Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64 paralel.

7. Address Bus

Digunakan untuk menandakan lokasi sumber ataupun tujuan pada proses transfer data. Pada jalur ini, CPU akan mengirimkan alamat memori yang akan ditulis atau dibaca. Address bus biasanya terdiri atas 16, 20, 24, atau 32 jalur paralel.

8. Control Bus

Control Bus digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke Data Bus dan Address Bus. terdiri dari 4 sampai 10 jalur paralel.

Rabu, 20 Mei 2015

Sistem Basis Data (Trial)

Berikut adalah contoh membuat database mysql dengan aplikasi xampp.
C:\Users\devi>cd..
C:\Users>cd..
C:\>cd xampp/mysql/bin
C:\xampp\mysql\bin>mysql -uroot
Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 1
Server version: 5.6.20 MySQL Community Server (GPL)

Copyright (c) 2000, 2014, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.
Oracle is a registered trademark of Oracle Corporation and/or its
affiliates. Other names may be trademarks of their respective
owners.

Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the current input statement.
mysql> show databases;       (perintah menampilkan database)
+——————–+
| Database |
+——————–+
| information_schema |
| cdcol |
| mysql |
| performance_schema |
| phpmyadmin |
| test |
| webauth |
+——————–+
7 rows in set (0.03 sec)
mysql> create database mahasiswa;           (perintah membuat database )
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)
mysql> show databases;
+——————–+
| Database |
+——————–+
| information_schema |
| cdcol |
| mahasiswa |
| mysql |
| performance_schema |
| phpmyadmin |
| test |
| webauth |
+——————–+
8 rows in set (0.00 sec)
mysql> use mahasiswa;     ( untuk memulai pembuatan table )
Database changed
mysql> create table nilai(nim int(4),kdmk varchar(7),namamk varchar(20),mid float(5),final float(5));
Query OK, 0 rows affected (0.52 sec)
( perintah untuk melihat deskripsi table/ melihat kolom apa saja beserta type, length yang ada pada table :)
mysql> desc nilai;
+——–+————-+——+—–+———+——-+
| Field | Type | Null | Key | Default | Extra |
+——–+————-+——+—–+———+——-+
| nim | int(4) | YES | | NULL | |
| kdmk | varchar(7) | YES | | NULL | |
| namamk | varchar(20) | YES | | NULL | |
| mid | float | YES | | NULL | |
| final | float | YES | | NULL | |
+——–+————-+——+—–+———+——-+
5 rows in set (0.00 sec)
(Perintah menginput satu data pada table langsung untuk semua field)
mysql> insert into nilai(nim,kdmk,mid,final)
-> values(“893″,”kk021″,”75″,”80″),
-> (“775″,”kd132″,”75″,”90″),
-> (“980″,”kk021″,”83.5″,”80″),
-> (“651″,”ku122″,”65.4″,”90″),
-> (“783″,”kk021″,”79.5″,”80″);
Query OK, 5 rows affected (0.08 sec)
Records: 5 Duplicates: 0 Warnings: 0
mysql> select *from nilai;             ( untuk menampilkan semua data pada table )
+——+——-+——–+——+——-+
| nim | kdmk | namamk | mid | final |
+——+——-+——–+——+——-+
| 893 | kk021 | NULL | 75 | 80 |
| 775 | kd132 | NULL | 75 | 90 |
| 980 | kk021 | NULL | 83.5 | 80 |
| 651 | ku122 | NULL | 65.4 | 90 |
| 783 | kk021 | NULL | 79.5 | 80 |
+——+——-+——–+——+——-+
5 rows in set (0.00 sec)
( untuk mengubah isi dari field yang diinginkan)
mysql> update nilai set namamk=”SBD” where kdmk=”kk021″;
Query OK, 3 rows affected (0.09 sec)
Rows matched: 3 Changed: 3 Warnings: 0
mysql> select *from nilai;
+——+——-+——–+——+——-+
| nim | kdmk | namamk | mid | final |
+——+——-+——–+——+——-+
| 893 | kk021 | SBD | 75 | 80 |
| 775 | kd132 | NULL | 75 | 90 |
| 980 | kk021 | SBD | 83.5 | 80 |
| 651 | ku122 | NULL | 65.4 | 90 |
| 783 | kk021 | SBD | 79.5 | 80 |
+——+——-+——–+——+——-+
5 rows in set (0.00 sec)
mysql> update nilai set namamk=”JST” where kdmk=”kd132″;
Query OK, 1 row affected (0.37 sec)
Rows matched: 1 Changed: 1 Warnings: 0
mysql> update nilai set namamk=”IMK” where kdmk=”ku122″;
Query OK, 1 row affected (0.09 sec)
Rows matched: 1 Changed: 1 Warnings: 0
mysql> select *from nilai;
+——+——-+——–+——+——-+
| nim | kdmk | namamk | mid | final |
+——+——-+——–+——+——-+
| 893 | kk021 | SBD | 75 | 80 |
| 775 | kd132 | JST | 75 | 90 |
| 980 | kk021 | SBD | 83.5 | 80 |
| 651 | ku122 | IMK | 65.4 | 90 |
| 783 | kk021 | SBD | 79.5 | 80 |
+——+——-+——–+——+——-+
5 rows in set (0.00 sec)
mysql> select sum(final)total_final from nilai;      ( untuk mencari jumlah / total dari nilai final)
+————-+
| total_final |
+————-+
| 420 |
+————-+
1 row in set (0.00 sec)
mysql> select sum(distinct mid)total_mid from nilai;    ( untuk mencari jumlah atau total nilai mid )
+——————-+
| total_mid |
+——————-+
| 303.4000015258789 |
+——————-+
1 row in set (0.00 sec)
( untuk menampilkan record / banyaknya data dari sebuah field pada suatu table )
mysql> select count(*)jumlah_record from nilai;
+—————+
| jumlah_record |
+—————+
| 5 |
+—————+
1 row in set (0.00 sec)
mysql> select avg(mid) rata_rata_mid from nilai;   (mencari rata-rata )
+——————-+
| rata_rata_mid |
+——————-+
| 75.68000030517578 |
+——————-+
1 row in set (0.00 sec)
mysql> select avg(final) rata_rata_final from nilai;
+—————–+
| rata_rata_final |
+—————–+
| 84 |
+—————–+
1 row in set (0.00 sec)
mysql> select max(mid)nilai_mid_tertinggi from nilai;    (mencari nilai maksimum / nilai tertinggi )
+———————+
| nilai_mid_tertinggi |
+———————+
| 83.5 |
+———————+
1 row in set (0.00 sec)
(menampilkan field nim dari nilai yang diinginkan )
mysql> select nim from nilai where final like’%90%';
+——+
| nim |
+——+
| 775 |
| 651 |
+——+
2 rows in set (0.00 sec)
mysql> select nim from nilai where mid>60 and mid<80;
+——+
| nim |
+——+
| 893 |
| 775 |
| 651 |
| 783 |
+——+
4 rows in set (0.00 sec)
mysql> update nilai set final=”90″ where final=”91″;
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)
Rows matched: 0 Changed: 0 Warnings: 0
mysql> select *from nilai;
+——+——-+——–+——+——-+
| nim | kdmk | namamk | mid | final |
+——+——-+——–+——+——-+
| 893 | kk021 | SBD | 75 | 80 |
| 775 | kd132 | JST | 75 | 90 |
| 980 | kk021 | SBD | 83.5 | 80 |
| 651 | ku122 | IMK | 65.4 | 90 |
| 783 | kk021 | SBD | 79.5 | 80 |
+——+——-+——–+——+——-+
5 rows in set (0.00 sec)
mysql> update nilai set final=”91″ where final=”90″;
Query OK, 2 rows affected (0.09 sec)
Rows matched: 2 Changed: 2 Warnings: 0
mysql> select *from nilai;
+——+——-+——–+——+——-+
| nim | kdmk | namamk | mid | final |
+——+——-+——–+——+——-+
| 893 | kk021 | SBD | 75 | 80 |
| 775 | kd132 | JST | 75 | 91 |
| 980 | kk021 | SBD | 83.5 | 80 |
| 651 | ku122 | IMK | 65.4 | 91 |
| 783 | kk021 | SBD | 79.5 | 80 |
+——+——-+——–+——+——-+
5 rows in set (0.00 sec)
mysql> alter table nilai add column hasil float(7) after final;       ( menambah field pada table )
Query OK, 0 rows affected (0.61 sec)
Records: 0 Duplicates: 0 Warnings: 0
mysql> select *from nilai;
+——+——-+——–+——+——-+——-+
| nim | kdmk | namamk | mid | final | hasil |
+——+——-+——–+——+——-+——-+
| 893 | kk021 | SBD | 75 | 80 | NULL |
| 775 | kd132 | JST | 75 | 91 | NULL |
| 980 | kk021 | SBD | 83.5 | 80 | NULL |
| 651 | ku122 | IMK | 65.4 | 91 | NULL |
| 783 | kk021 | SBD | 79.5 | 80 | NULL |
+——+——-+——–+——+——-+——-+
5 rows in set (0.00 sec)
mysql> update nilai set hasil=(mid+final)/2;        (rumus untuk mencari hasil )
Query OK, 5 rows affected (0.39 sec)
Rows matched: 5 Changed: 5 Warnings: 0
mysql> select *from nilai;
+——+——-+——–+——+——-+——-+
| nim | kdmk | namamk | mid | final | hasil |
+——+——-+——–+——+——-+——-+
| 893 | kk021 | SBD | 75 | 80 | 77.5 |
| 775 | kd132 | JST | 75 | 91 | 83 |
| 980 | kk021 | SBD | 83.5 | 80 | 81.75 |
| 651 | ku122 | IMK | 65.4 | 91 | 78.2 |
| 783 | kk021 | SBD | 79.5 | 80 | 79.75 |
+——+——-+——–+——+——-+——-+
5 rows in set (0.00 sec)
mysql>
Selamat mencoba..!!